Sajak Peperangan Abimanyu
(Untuk puteraku, Isaias Sadewa)Ketika maut mencegatnya di delapan penjuru. Sang ksatria berdiri dengan mata bercahaya. Hatinya damai, di dalam dadanya yang bedah dan berdarah, karena ia telah lunas menjalani kewjiban dan kewajarannya. Setelah ia wafat apakah petani-petani akan tetap menderita, dan para wanita kampung
Label:
puisi dan syair,
WS Rendra


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !