HUH
kucoba mengintip kelamdari cahaya lilinsia siapetir tunggal menggeleparaku bagai debumenerawang angkasasejuta mata menatap kepadakuyang bersembunyidi belakang cahaya lilinkucoba lagi mengintip kelamrembulan menyilau matakuangin pun rebahdan desauan daun daunjadi diamditelan kelamMedan 12/9/97
Label:
puisi dan syair,
Zainuddin Tamir Koto


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !