Home »
Sajak Tiar Rahman
» PUISI KE DUAPULUH
PUISI KE DUAPULUH
pada mata yang berkaca-kacakucari dusta, tetapi tiadawalau sudah kucari di semua sudut matanyapada mata yang berka-kacakucari duka, juga tiadasebab senyum di bibirnya mau berkata:"Aku tak pernah merasa susah"lewat mata yang berkaca-kacaia hanya ingin bicara:"Jagalah titipan rinduku untukmu"
Label:
Sajak Tiar Rahman


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !