Home »
Sajak Tiar Rahman
» Puisi ke dua puluh lima
Puisi ke dua puluh lima
terkurung dalam kungkungan bukit barisanaku hanya bisa menerawanglangit malam yang tiada berbintangaku ingin pulangkala siang datang menjelanghanya kulihat layang-layang diatas awanmungkin dari atas sanabisa kulihat kampung halamanpada kungkungan bukit barisanaku hanya ingin mengakhiri penantianrindu sungguh di hati meradangaku ingin pulang...
Label:
Sajak Tiar Rahman


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !