Home »
Sajak Nuruddin Nur Asyhadie
» ketika kata ternyata
ketika kata ternyata
ia banting matahari itu ke lantai, sampai pecah berkeping. suaranyaberdentang seperti piano yang kau rajam dengan kapak dendam. lantaiyang tak pernah menyangka, memuntahkan dadanya: "kenapa kau lantakanmatahari?" ia merasa gusar dan tak habis pikir dengan segala leluconini; daun-daun menggorok lehernya sendiri kerna tak mampu lagi berfotosintesa, perempuan-perempuan mencengkeram dada-dada lelaki.
Label:
Sajak Nuruddin Nur Asyhadie


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !